Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Kalsel, Sutikno
BANJARBARU – Harga kebutuhan rumah tangga termasuk gas LPG kian mengalami kenaikan harga. Masyarakat diimbau untuk beralih menggunakan kompor bertenaga listrik (induksi).
Kenaikan harga membuat sebagian masyarakat menengah atas turut memanfaatkan LPG subsidi 3kg dari pemerintah yang hanya berkisar Rp 23 ribu. Sehingga defisit anggaran hampir Rp 70 triliun yang dikeluarkan pemerintah setiap tahunnya untuk subsidi LPG terasa tidak tepat sasaran.
Alih-alih menikmati subsidi pemerintah, Kepala ESDM Kalsel melalui Kabid Energi Sutikno, Selasa (15/11), meminta masyarakat menengah keatas sadar untuk beralih ke kompor induksi agar memangkas biaya kebutuhan.
Menurutnya, dengan memakai kompor induksi bertenaga 1.000 watt saja, masyarakat hanya akan mengeluarkan biaya kurang lebih Rp 145 ribu perbulannya. Jauh lebih murah dibanding LPG non subsidi 12kg yang hampir mencapai Rp 300 ribu.
“Berartikan lebih efisien (kompor) listrik. Nah ini sayangnya belum diketahui oleh masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya bagi masyarakat menengah keatas, penggunaan kompor induksi dinilainya juga akan menghemat pengeluaran bahan bakar rumah tangga masyarakat miskin.
Dengan memakai kompor induksi bertenaga 600 watt, pengeluaran rumah tangga untuk memasak dinilainya hanya kurang lebih sebesar Rp 81 ribu perbulannya. Biaya tersebut lebih sedikit dibanding keperluan LPG 3kg rumah tangga yang rata-rata 3 tabung setiap bulannya.
“Kompor induksi jelas lebih hemat untuk masyarakat. Tetapi kalau ingin menggunakan kompor 600watt setidaknya listrik dirumah sudah berkapasitas 900watt,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)
SUMBER : abdipersadafm