Provinsi Kalimantan Selatan

Bantuan Untuk Korban Banjir Kalsel Terus Berdatangan

Artikel →

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat turun menurunkan bantuan yang datang, Jum'at (22/1) BANJARBARU – Bantuan untuk korban bencana banjir di Kalimantan Selatan terus berdatangan. Kali ini bantuan melalui jalur udara kembali mendarat di Bandara Syamsudin Noor, Jum’at (22/1). Bantuan berupa sembako ini berasal dari Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, yang diterima langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. “Alhamdulillah bantuan terus berdatangan, ini yang ke-14 dari jalur udara, Totalnya 45 ton,” ujar Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini. Paman Birin pun mengucapkan terimakasih atas kepedulian semua pihak termasuk kepada KASAU yang telah memberikan bantuan. Ia pun menegaskan...

Lanjut Membaca →

Disdag Kalsel Perluas Distribusi Bantuan Banjir

Artikel →

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalimantan Selatan, terus memperluas bantuan bagi korban banjir. Menurut Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani kepada Abdi Persada FM pada Jumat (22/1), saat ini pihaknya terus memperluas bantuan bahan pangan bersama mitra kerja Disdag Kalsel, yaitu para pengusaha distributor bahan pokok, pembagian tidak hanya di Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten  Barito Kuala dan Kabupaten Banjar. Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani, memakai baju kaos biru, saat menyerahkan bantuan “Kami salurkan bantuan berupa beras,  berbagai jenis mie instan, minyak goreng, gula, telur, dan ikan kaleng, biasanya setelah dimasak di posko dan dapur umum, akan...

Lanjut Membaca →

Pemprov Kalsel Telah Lakukan Perbaikan Ekologi dan Tertibkan Izin Pertambangan Bermasalah

Artikel →

Pihak Dinas ESDM Kalsel saat melakukan sidak di lokasi pertambangan ilegal. BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan setidaknya berhasil melaksanakan gerakan revolusi hijau untuk lahan kritis seluas 60.000 hektar dan berhasil mencabut izin pertambangan bermasalah sebanyak 620 dari 900 perusahaan tambang di beberapa wilayah di Kalimantan Selatan. Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor saat melakukan penanaman pohon dalam kegiatan Gerakan Revolusi Hijau Untuk Kalimantan Selatan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Selatan, Nurul Fajar Desira mengatakan program gerakan revolusi hijau yang digaungkan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirn Noor melalui pemerintah terkait yaitu, Dinas Kehutanan dan telah dilaksanakan sepernuhnya merupakan langkah besar dalam...

Lanjut Membaca →

40 Nakes Jalani Vaksinasi COVID-19

Artikel →

Nakes melakukan verifikasi pendaftaran di meja pertama BANJARMASIN – Sebanyak 40 Tenaga Kesehatan (Nakes) yang ada di Kota Banjarmasin, menjalani vaksinasi covid-19 di RSUD Dr H Moch Ansari Saleh. Nakes melakukan screening sesuai meja yang telah ditentukan Mereka sebagian besar adalah Nakes di RSUD Ansari Saleh sendiri, namun ada juga Nakes yang berasal dari fasilitas kesehatan lainnya. Nakes yang sudah divaksin covid-19 mendapatkan surat keterangan Direktur RSUD Ansari Saleh, dr Izaak Zoelkarnain mengatakan sebelum menjalani vaksin, Nakes harus terlebih dahulu mendaftarkan dirinya melalui aplikasi yang sudah ditentukan. “Tahap pertama ini diprioritaskan bagi Nakes. Jadi Nakes harus mendaftar dulu melalui aplikasi aplikasi...

Lanjut Membaca →

Kementerian Pertanian Akan Bantu Petani Kalsel

Artikel →

Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel, Syamsir Rahman BANJARBARU – Bencana banjir yang terjadi hingga merendam 10 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan tentu mempunyai pengaruh yang sangat besar. Mengingat Kalsel merupakan satu diantara provinsi yang masuk dalam daftar lumbung pangan Indonesia. Hingga Kamis (21/1), Pemprov Kalsel mencatat ada sekitar 50 ribu hektare lahan sawah terendam. Disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel, Syamsir Rahman, di luasan sawah yang terendam terdapat padi berumur 1,5 bulan sampai dua bulan yang mati. “Ada juga yang masih dipersemaian,” terangnya. Dari puluhan ribu lahan sawah yang terendam, dia mengungkapkan berdasarkan data sementara paling banyak berada di...

Lanjut Membaca →

Pembudidaya Ikan Terdampak, Pemprov Lakukan Pendataan

Artikel →

Plt Kadis kelautan dan perikanan Kalsel Muhammad Fadhli BANJARBARU – Sektor perikanan menjadi salah satu sektor yang mengalami imbas dari bencana banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan. Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel Muhammad Fadhli menyebut, berdasarkan data yang mereka terima dari kabupaten/kota hingga Senin (19/1), dari total 280.166 pembudidaya ikan di Kalsel terdapat 4.338 pembudidaya ikan yang terdampak banjir. “Saat banjir datang, kolam, keramba dan tambak mereka rusak diterjang air,” sebutnya Kamis (21/1). Dari 4.338 pembudidaya itu katanya, total kerugian yang terhitung mencapai 91,7 miliar rupiah. “Karena ini data sementara, mungkin jumlah terdampak nanti akan bertambah,” ungkapnya. Pembudidaya ikan...

Lanjut Membaca →

Tiga Kapal TNI AD, Angkut Bantuan Kemanusiaan Menuju Kalsel dan Sulbar

Artikel →

Personil TNI turunkan bantuan untuk korban banjir di Kalsel dari ADRI 50 JAKARTA – TNI Angkatan Darat (AD) mengerahkan tiga Kapal TNI AD (ADRI 50, ADRI 51, ADRI 52) untuk mengangkut personil, bahan-bahan logistik, peralatan rumah sakit lapangan, serta alat berat, guna membantu korban bencana alam di Kalimantan Selatan maupun Sulawesi Barat. Bantuan logistik maupun perlengkapan dan peralatan penunjang lainnya yang diserahkan, terdiri dari beras 74.654 kilogram (74,6 ton), mi instan 14.109 dus, minyak goreng 1.214 dus, sarden/makanan kaleng 134 dus, biskuit 801 dus, susu 654 dus, vitamin 25 dus, air mineral 967 dus, tenda 28 unit, terpal 61 lembar, alas...

Lanjut Membaca →

Tiba di Polda Kalsel, Bantuan Polda dan Bhayangkari Jatim Langsung Didistribusikan

Artikel →

Kapolda Kalsel (kiri) menerima bantuan dari Polda Jatim BANJARMASIN – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) dan Pengurus Daerah Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Daerah Jatim, mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel). Bantuan berupa sembako, obat-obatan dan keperluan lainnya tersebut tiba di Mapolda Kalsel, pada Kamis (21/1) dan diserahkan oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Nico Afinta serta Ketua Bhayangkari Daerah Jatim Ny. Ully Nico Afinta,  diwakili Kasubdit 1 Kamneg Dit Reskrimum Polda Jatim AKBP Rofikoh dan Brigadir Nova Liu selaku Perwakilan Bhayangkari Daerah Jatim, yang diterima langsung oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto. Kapolda Kalsel...

Lanjut Membaca →

Bantuan Untuk Korban Banjir Kalsel Terus Berdatangan

Disdag Kalsel Perluas Distribusi Bantuan Banjir

Pemprov Kalsel Telah Lakukan Perbaikan Ekologi dan Tertibkan Izin Pertambangan Bermasalah

40 Nakes Jalani Vaksinasi COVID-19

Kementerian Pertanian Akan Bantu Petani Kalsel

Pembudidaya Ikan Terdampak, Pemprov Lakukan Pendataan

Tiga Kapal TNI AD, Angkut Bantuan Kemanusiaan Menuju Kalsel dan Sulbar

Tiba di Polda Kalsel, Bantuan Polda dan Bhayangkari Jatim Langsung Didistribusikan

Layanan Publik
Sistem Informasi

Informasi Geografis

Secara geografis, Kalimantan Selatan berada di bagian tenggara pulau Kalimantan, memiliki kawasan dataran rendah di bagian barat dan pantai timur, serta dataran tinggi yang dibentuk oleh Pegunungan Meratus di tengah.

Keanekaragaman Hayati

Kalimantan Selatan terdiri atas dua ciri geografi utama, yakni dataran rendah dan dataran tinggi. Kawasan dataran rendah kebanyakan berupa lahan gambut hingga rawa-rawa sehingga kaya akan sumber keanekaragaman hayati satwa air tawar. Kawasan dataran tinggi sebagian masih merupakan hutan tropis alami dan dilindungi oleh pemerintah.

Sumber Daya Alam

Kehutanan: Hutan Tetap (139.315 ha), Hutan Produksi (1.325.024 ha), Hutan Lindung (139.315 ha), Hutan Konvensi (348.919 ha) Perkebunan: Perkebunan Negara (229.541 ha) Bahan Galian: batu bara, minyak, pasir kwarsa, biji besi, dll.

Tenaga Kerja

Sektor pertanian merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Pada bulan Februari 2012 tercatat sebanyak 38,20% tenaga kerja diserap sektor pertanian. Sektor perdagangan adalah sektor kedua terbesar dalam penyerapan tenaga kerja, yaitu sebesar 20,59%. Status pekerja di Kalimantan Selatan masih didominasi oleh pekerja yang bekerja di sektor informal. Pada Februari 2012 sebanyak 63,20% adalah pekerja di sektor informal. Sebagian besar dari pekerja tersebut berstatus berusaha sendiri (19,66%), berusaha dibantu buruh tidak tetap (18,92%) serta pekerja bebas dan pekerja tak dibayar (24,61%). Pekerja di sektor formal tercatat sebanyak 36,80% yaitu terdiri dari pekerja dengan status buruh/karyawan (33,35%) dan status berusaha dibantu dengan buruh tetap (3,45%).

Selayang Pandang

Secara geografis, Kalimantan Selatan berada di bagian tenggara pulau Kalimantan, memiliki kawasan dataran rendah di bagian barat dan pantai timur, serta dataran tinggi yang dibentuk oleh Pegunungan Meratus di tengah.
Kalimantan Selatan terdiri atas dua ciri geografi utama, yakni dataran rendah dan dataran tinggi. Kawasan dataran rendah kebanyakan berupa lahan gambut hingga rawa-rawa sehingga kaya akan sumber keanekaragaman hayati satwa air tawar. Kawasan dataran tinggi sebagian masih merupakan hutan tropis alami dan dilindungi oleh pemerintah.
Kehutanan: Hutan Tetap (139.315 ha), Hutan Produksi (1.325.024 ha), Hutan Lindung (139.315 ha), Hutan Konvensi (348.919 ha) Perkebunan: Perkebunan Negara (229.541 ha) Bahan Galian: batu bara, minyak, pasir kwarsa, biji besi, dll.
Sektor pertanian merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Pada bulan Februari 2012 tercatat sebanyak 38,20% tenaga kerja diserap sektor pertanian. Sektor perdagangan adalah sektor kedua terbesar dalam penyerapan tenaga kerja, yaitu sebesar 20,59%. Status pekerja di Kalimantan Selatan masih didominasi oleh pekerja yang bekerja di sektor informal. Pada Februari 2012 sebanyak 63,20% adalah pekerja di sektor informal. Sebagian besar dari pekerja tersebut berstatus berusaha sendiri (19,66%), berusaha dibantu buruh tidak tetap (18,92%) serta pekerja bebas dan pekerja tak dibayar (24,61%). Pekerja di sektor formal tercatat sebanyak 36,80% yaitu terdiri dari pekerja dengan status buruh/karyawan (33,35%) dan status berusaha dibantu dengan buruh tetap (3,45%).