Provinsi Kalimantan Selatan

PENGUMUMAN KALSEL EXPO 2019

Artikel →

Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan yang ke-69 Tahun 2019, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan bekerja sama dengan Event Organizer (EO) dalam penyelenggaraan pameran KALSEL EXPO 2019 yang direncanakan sekitar bulan Agustus.  ...

Lanjut Membaca →

Pemprov Kalsel Terus Lakukan Penghijauan

Artikel →

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Abdul Haris melakukan penanaman pohon sengon di Kawasan Miniatur Hutan Hujan Tropis, Perkantoran Sekda Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Jum’at (22/3/2019). MC Kalsel /scw ...

Lanjut Membaca →

Kesetaraan Gender Dorong Peran Perempuan dalam Pembangunan

Artikel →

Asisten I Bidang Pemerintahan Sekda Provinsi Kalsel, Siswansyah (duduk, tujuh dari kiri) didampingi Asisten Deputi Pemberdayaan Perempuan Kementerian Koordinator Bidang PMK, Wagiran (duduk, lima dari kanan) foto bersama usai pembukaan Rakor Peningkatan Peran dan Kapasitas Kelompok Perempuan dalam Pembangunan di Ballroom Golden Tulip Galaxy Hotel Banjarmasin, Jum’at (22/3/2019). MC Kalsel/Ar ...

Lanjut Membaca →

Netral Dalam Pemilu

Artikel →

Gubernur Provinsi Kalsel, Sahbirin Noor memberikan arahan umum terhadap netralitas ASN dalam menghadapi pemilu 2019 di Gedung Idham Khalid, Area Perkantoran  Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Kamis (21/3/2019). MC Kalsel/scw ...

Lanjut Membaca →

Kemenag Siap Jadi Jurkam 3 Mantra

Artikel →

Gubernur Provinsi Kalsel, Sahbirin Noor (kemeja putih) hadir dalam acara Rapat kerja wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalsel Tahun 2019 dengan mengusung tema meneguhkan moderasi beragama, menjaga kebersamaan umat dan integrasi data di aula hotel Grand Dafam Banjarbaru, Selasa (20/3/2019). MC Kalsel/tgh ...

Lanjut Membaca →

Kembangkan Pembangunan Sektor Pariwisata

Artikel →

Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalsel, Achmad Sofiani (tiga dari kiri) mewakili Gubernur Kalsel memukul gong membuka Rakornis Pembangunan Kepariwisataan se-Kalsel Tahun 2019 di Swiss Belhotel Borneo Banjarmasin, Rabu (20/3/2019) malam. MC Kalsel/Ar ...

Lanjut Membaca →

Pencanangan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

Artikel →

Ketua Pengadilan Tinggi Banjarmasin, Yohannes Ether Binti menandantangani piagam pencanangan pembangunan zona integritas usai acara pencanangan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bebas dan Melayani (WBBM) Pengadilan Tinggi Banjarmasin di Gedung Pengadilan Tinggi Banjarmasin, Jalan Bina Praja Banjarbaru, Selasa (20/3/2019). MC Kalsel/scw ...

Lanjut Membaca →

Pentingnya K3 Dalam Bekerja

Artikel →

Gubernur Provinsi Kalsel, Sahbirin Noor (kiri) menyerahkan penghargaan Peduli K3 kepada salah satu perushaan (kanan) pada Apel Kesadaran Nasional sekaligus peringatan hari Rimbawan ke-36 serta Apel Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan penyerahan penganugerahan pengharagaan peduli K3 di halaman Kantor Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru (18/3/2019). MC Kalsel/tgh ...

Lanjut Membaca →

PENGUMUMAN KALSEL EXPO 2019

Pemprov Kalsel Terus Lakukan Penghijauan

Kesetaraan Gender Dorong Peran Perempuan dalam Pembangunan

Netral Dalam Pemilu

Kemenag Siap Jadi Jurkam 3 Mantra

Kembangkan Pembangunan Sektor Pariwisata

Pencanangan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

Pentingnya K3 Dalam Bekerja

Layanan Publik
Sistem Informasi

Informasi Geografis

Secara geografis, Kalimantan Selatan berada di bagian tenggara pulau Kalimantan, memiliki kawasan dataran rendah di bagian barat dan pantai timur, serta dataran tinggi yang dibentuk oleh Pegunungan Meratus di tengah.

Keanekaragaman Hayati

Kalimantan Selatan terdiri atas dua ciri geografi utama, yakni dataran rendah dan dataran tinggi. Kawasan dataran rendah kebanyakan berupa lahan gambut hingga rawa-rawa sehingga kaya akan sumber keanekaragaman hayati satwa air tawar. Kawasan dataran tinggi sebagian masih merupakan hutan tropis alami dan dilindungi oleh pemerintah.

Sumber Daya Alam

Kehutanan: Hutan Tetap (139.315 ha), Hutan Produksi (1.325.024 ha), Hutan Lindung (139.315 ha), Hutan Konvensi (348.919 ha) Perkebunan: Perkebunan Negara (229.541 ha) Bahan Galian: batu bara, minyak, pasir kwarsa, biji besi, dll.

Tenaga Kerja

Sektor pertanian merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Pada bulan Februari 2012 tercatat sebanyak 38,20% tenaga kerja diserap sektor pertanian. Sektor perdagangan adalah sektor kedua terbesar dalam penyerapan tenaga kerja, yaitu sebesar 20,59%. Status pekerja di Kalimantan Selatan masih didominasi oleh pekerja yang bekerja di sektor informal. Pada Februari 2012 sebanyak 63,20% adalah pekerja di sektor informal. Sebagian besar dari pekerja tersebut berstatus berusaha sendiri (19,66%), berusaha dibantu buruh tidak tetap (18,92%) serta pekerja bebas dan pekerja tak dibayar (24,61%). Pekerja di sektor formal tercatat sebanyak 36,80% yaitu terdiri dari pekerja dengan status buruh/karyawan (33,35%) dan status berusaha dibantu dengan buruh tetap (3,45%).

Selayang Pandang

Secara geografis, Kalimantan Selatan berada di bagian tenggara pulau Kalimantan, memiliki kawasan dataran rendah di bagian barat dan pantai timur, serta dataran tinggi yang dibentuk oleh Pegunungan Meratus di tengah.
Kalimantan Selatan terdiri atas dua ciri geografi utama, yakni dataran rendah dan dataran tinggi. Kawasan dataran rendah kebanyakan berupa lahan gambut hingga rawa-rawa sehingga kaya akan sumber keanekaragaman hayati satwa air tawar. Kawasan dataran tinggi sebagian masih merupakan hutan tropis alami dan dilindungi oleh pemerintah.
Kehutanan: Hutan Tetap (139.315 ha), Hutan Produksi (1.325.024 ha), Hutan Lindung (139.315 ha), Hutan Konvensi (348.919 ha) Perkebunan: Perkebunan Negara (229.541 ha) Bahan Galian: batu bara, minyak, pasir kwarsa, biji besi, dll.
Sektor pertanian merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Pada bulan Februari 2012 tercatat sebanyak 38,20% tenaga kerja diserap sektor pertanian. Sektor perdagangan adalah sektor kedua terbesar dalam penyerapan tenaga kerja, yaitu sebesar 20,59%. Status pekerja di Kalimantan Selatan masih didominasi oleh pekerja yang bekerja di sektor informal. Pada Februari 2012 sebanyak 63,20% adalah pekerja di sektor informal. Sebagian besar dari pekerja tersebut berstatus berusaha sendiri (19,66%), berusaha dibantu buruh tidak tetap (18,92%) serta pekerja bebas dan pekerja tak dibayar (24,61%). Pekerja di sektor formal tercatat sebanyak 36,80% yaitu terdiri dari pekerja dengan status buruh/karyawan (33,35%) dan status berusaha dibantu dengan buruh tetap (3,45%).