Provinsi Kalimantan Selatan

Rally Sambil Wisata

Artikel →

Banjarmasin, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kerja sama ...

Lanjut Membaca →

Pacu Jiwa dan Pikiran Bantu Anak Berkebutuhan Khusus

Artikel →

Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor memberikan sambutan pada peringatan Hari Disabilitas Internasional 2018 di Aula SLB-C Pembina Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Kamis (6/12). Sahbirin mengatakan dengan hari disabilitas internasional ini semakin membawa diri kita semua untuk terus memacu jiwa dan pikiran kita agar bisa membantu anak-anak kita yang berkebutuhan khusus agar mereka bisa bersahabat dan bermain layaknya anak-anak yang lain. MC Kalsel/Jml

Lanjut Membaca →

Penyerahan Plakat Penghagaan Pokdarwis

Artikel →

Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor (kiri) menyerahkan plakat penghargaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) kepada pemenang (Kanan) usai acara pembukaan Aksi Sapta Pesona Save Bekantan Save Sungai Jingah di Kampung Banjar Sungai Jingah Banjarmasin, Kamis (6/12/2018). MC Kalsel/tgh

Lanjut Membaca →

Lestarikan Kampung Banjar Sungai Jingah

Artikel →

Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Aksi Sapta Pesona Save Bekantan Save Sungaijingah di Kampung Banjar Sungai Jingah Banjarmasin, Kamis (6/12/2018). MC Kalsel/scw ...

Lanjut Membaca →

Pembukaan Aksi Sapta Pesona

Artikel →

Gubernur Provinsi Kalimatan Selatan, H Sahbirin Noor (topi hijau) bersama Kapolda Kalsel, Danlanal Banjarmasin serta pejabat lainnya bersama – sama memukul kentungan (jidor) pada acara Aksi Sapta Pesona Save Bekantan Save Sungai Jingah di Kampung Banjar Sungai Jingah Banjarmasin, Kamis (6/12/2018) menandai bahwa acara telah resmi dibuka. MC Kalsel/tgh

Lanjut Membaca →

Penandatangan Prasasti Dermaga Apung, Warung Kopi, dan Pintu Gerbang Kampung Banjar

Artikel →

Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor (kemeja sasirangan) menadatangani prasasti dermaga apung, warung kopi terapung dan pintu gerbang kampung banjar disela – sela acara pembukaan Aksi Sapta Pesona Save Bekantan Save Sungaijingah di kampung Banjar Sungai Jingah Banjarmasin, Kamis (6/12/2018). MC Kalsel/scw

Lanjut Membaca →

Peresmian Dermaga Apung dan Warung Kopi Apung

Artikel →

Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor (Tengah) memotong untaian bunga pada acara pembukaan Aksi Sapta Pesona Save Bekantan Save Sungai Jingah di kampung Banjar Sungai Jingah Banjarmasin, Kamis (6/12/2018). Pemotongan untaian bunga ini sebagai peresmian dermaga apung dan warung kopi apung di kawasana Sungai Jingah. MC Kalsel/scw

Lanjut Membaca →

Festival Bamboo Rafting Loksado

Artikel →

Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin menyaksikan peserta Festival Bamboo Rafting Loksado di depan Alam Roh 7 Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Minggu (25/11). Mc Kalsel / Fuz ...

Lanjut Membaca →

Rally Sambil Wisata

Pacu Jiwa dan Pikiran Bantu Anak Berkebutuhan Khusus

Penyerahan Plakat Penghagaan Pokdarwis

Lestarikan Kampung Banjar Sungai Jingah

Pembukaan Aksi Sapta Pesona

Penandatangan Prasasti Dermaga Apung, Warung Kopi, dan Pintu Gerbang Kampung Banjar

Peresmian Dermaga Apung dan Warung Kopi Apung

Festival Bamboo Rafting Loksado

Layanan Publik
Sistem Informasi

Informasi Geografis

Secara geografis, Kalimantan Selatan berada di bagian tenggara pulau Kalimantan, memiliki kawasan dataran rendah di bagian barat dan pantai timur, serta dataran tinggi yang dibentuk oleh Pegunungan Meratus di tengah.

Keanekaragaman Hayati

Kalimantan Selatan terdiri atas dua ciri geografi utama, yakni dataran rendah dan dataran tinggi. Kawasan dataran rendah kebanyakan berupa lahan gambut hingga rawa-rawa sehingga kaya akan sumber keanekaragaman hayati satwa air tawar. Kawasan dataran tinggi sebagian masih merupakan hutan tropis alami dan dilindungi oleh pemerintah.

Sumber Daya Alam

Kehutanan: Hutan Tetap (139.315 ha), Hutan Produksi (1.325.024 ha), Hutan Lindung (139.315 ha), Hutan Konvensi (348.919 ha) Perkebunan: Perkebunan Negara (229.541 ha) Bahan Galian: batu bara, minyak, pasir kwarsa, biji besi, dll.

Tenaga Kerja

Sektor pertanian merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Pada bulan Februari 2012 tercatat sebanyak 38,20% tenaga kerja diserap sektor pertanian. Sektor perdagangan adalah sektor kedua terbesar dalam penyerapan tenaga kerja, yaitu sebesar 20,59%. Status pekerja di Kalimantan Selatan masih didominasi oleh pekerja yang bekerja di sektor informal. Pada Februari 2012 sebanyak 63,20% adalah pekerja di sektor informal. Sebagian besar dari pekerja tersebut berstatus berusaha sendiri (19,66%), berusaha dibantu buruh tidak tetap (18,92%) serta pekerja bebas dan pekerja tak dibayar (24,61%). Pekerja di sektor formal tercatat sebanyak 36,80% yaitu terdiri dari pekerja dengan status buruh/karyawan (33,35%) dan status berusaha dibantu dengan buruh tetap (3,45%).

Selayang Pandang

Secara geografis, Kalimantan Selatan berada di bagian tenggara pulau Kalimantan, memiliki kawasan dataran rendah di bagian barat dan pantai timur, serta dataran tinggi yang dibentuk oleh Pegunungan Meratus di tengah.
Kalimantan Selatan terdiri atas dua ciri geografi utama, yakni dataran rendah dan dataran tinggi. Kawasan dataran rendah kebanyakan berupa lahan gambut hingga rawa-rawa sehingga kaya akan sumber keanekaragaman hayati satwa air tawar. Kawasan dataran tinggi sebagian masih merupakan hutan tropis alami dan dilindungi oleh pemerintah.
Kehutanan: Hutan Tetap (139.315 ha), Hutan Produksi (1.325.024 ha), Hutan Lindung (139.315 ha), Hutan Konvensi (348.919 ha) Perkebunan: Perkebunan Negara (229.541 ha) Bahan Galian: batu bara, minyak, pasir kwarsa, biji besi, dll.
Sektor pertanian merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Pada bulan Februari 2012 tercatat sebanyak 38,20% tenaga kerja diserap sektor pertanian. Sektor perdagangan adalah sektor kedua terbesar dalam penyerapan tenaga kerja, yaitu sebesar 20,59%. Status pekerja di Kalimantan Selatan masih didominasi oleh pekerja yang bekerja di sektor informal. Pada Februari 2012 sebanyak 63,20% adalah pekerja di sektor informal. Sebagian besar dari pekerja tersebut berstatus berusaha sendiri (19,66%), berusaha dibantu buruh tidak tetap (18,92%) serta pekerja bebas dan pekerja tak dibayar (24,61%). Pekerja di sektor formal tercatat sebanyak 36,80% yaitu terdiri dari pekerja dengan status buruh/karyawan (33,35%) dan status berusaha dibantu dengan buruh tetap (3,45%).