Provinsi Kalimantan Selatan

Samakan Persepsi, Tim Juri Rapat Evaluasi Hasil Penilaian Satu Wasaka Award

Artikel →

Ketua Koordinator Satu Wasaka Award, Agung Dewanto bersama salah satu juri Satu Wasaka, Patmo Suryo Wiharto memberikan keterangan usai kegiatan rapat perdana evaluasi penilaian Satu Wasaka Award ke 13 Kabupaten/Kota, di Pondok Tepi Sawah, Banjar, Kamis (3/12/2020). MC Kalsel/tgh Dalam rangka memperingati hari bakti PUPR ke-75 Tahun, Tim juri sanitasi dan air minum tuntas Waja Sampai Kaputing (Satu Wasaka) Award Provinsi Kalsel mengadakan kegiatan rapat evaluasi penilaian Satu Wasaka Award ke 13 Kabupaten/Kota. Dalam diskusinya Ketua Koordinator Satu Wasaka Award, Agung Dewanto mengatakan rapat evaluasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antar juri satu wasaka dalam menentukan lima Kabupaten yang layak...

Lanjut Membaca →

Gelar Pertemuan Tahunan 2020, Ini Target BI Untuk Perekonomian 2021

Artikel →

Suasana saat pertemuan tahunan BI tahun 2020 pada Kamis (03/12). BANJARMASIN – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2020 pada Kamis (3/12) di salah satu hotel  berbintang di Banjarmasin. Tema yang diusung pada PTBI tahun ini, adalah ‘Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi’. Acara ini juga dirangkai dengan kegiatan PTBI 2020 Kantor Pusat Bank Indonesia, yang diikuti secara daring. Turut hadir pada PTB 2020 ini,  Presiden RI Joko Widodo. Dalam pemaparannya, Gubernur BI, Perry Warjiyo menyampaikan bahwa,  Bank Indonesia optimis pemulihan ekonomi nasional pada tahun 2021 dapat terwujud, dengan penguatan sinergi melalui 1...

Lanjut Membaca →

Aktivitas MCK dan Buang Sampah di Sepanjang Sungai Harus Diminimalisir

Artikel →

Kadis LH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana. BANJARBARU – Indeks pencemaran (IP) sungai di Kalimantan Selatan secara rata-rata masih berada dalam kategori cemar sedang. Hal ini terungkap berdasarkan analisis kualitas air yang telah dipantau Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kalsel pada tahap pertama atau pada saat musim kemarau. “Untuk tahap kedua sedang menunggu hasil dari analisis yang dilakukan oleh laboratorium,” ujar Kepala Dinas LH Kalsel Hanifah Dwi Nirwana, Selasa (1/12) kemarin. Kualitas air sendiri dihitung dari banyaknya kandungan-kandungan yang ada di sungai. Mulai dari bakteri Escherichia Coli (E-coli), Coliform, logam besi (Fe), tingkat keasaman (Ph) dan lain-lain. “Sebagian besar kondisi sungai statusnya cemar...

Lanjut Membaca →

Pemprov Kalsel Tandatangani MoU Dengan Perwakilan BPKP Kalsel

Artikel →

Plt Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan (kiri) dan Kepala BPKP Provinsi Kalimantan Selatan, Herman Hermawan (kanan) saat mengikuti penandatanganan MoU yang diikuti seluruh Pemerintah Provinsi se-Indonesia melalui virtual, Banjarbaru, Rabu (2/12/2020). Pemprov Kalsel yang diwakili Plt Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) dengan Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Selatan di Command Center. Penandatanganan ini dilakukan secara virtual dan diikuti seluruh Pemerintah provinsi se-Indonesia. Usai penandatanganan, dilanjutkan dengan mendengarkan paparan Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian dan Kepala BPKP RI, Muhammad Yusuf Ateh. Kepala BPKP Provinsi Kalimantan Selatan, Herman Hermawan yang menyampaikan dasar dilakukannya penandatanganan ini...

Lanjut Membaca →

Disperip Kalsel Peringati Hari Dongeng Nasional Di Panti Asuhan

Artikel →

Novia Eka Saputri (Guru PAUD) asal Banjarbaru mendongeng di Panti Asuhan Al- Aqsho dalam rangka memperingati Hari Dongeng Nasional tahun 2020. Dispersip Kalsel/MC Kalsel Dalam rangka memperingati Hari Dongeng Nasional tahun 2020, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan melakukan kunjungan ke Panti Asuhan Al-Aqsho di Banjarbaru, Sabtu (28/11) lalu. Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie, menuturkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, Dispersip Kalsel selalu mendatangkan pendongeng maupun juru kisah nasional ke Perpuspalnam dan dihadiri oleh anak-anak yang memenuhi ruang Kids Library. Namun, pada tahun ini perayaan digelar secara berbeda karena pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir. “Jadi pada momentum ini, kita...

Lanjut Membaca →

Pasar Modern dan Online Picu Penurunan Omzet Kosmetik dan Pakaian

Artikel →

BANJARBARU – Turunnya tren pendapatan atau omzet hingga 34 persen disektor kosmetik dan pakaian di Kalimantan Selatan, ternyata dipicu akibat keberadaan pasar modern dan online yang kini mulai diminati oleh sejumlah kalangan. Bahkan, hal tersebut baru diketahui usai terselenggarannya hasil seminar akhir penelitian dengan mengusung sub kajian ‘Pengaruh Perkembangan Pasar Modern Terhadap Pasar Tradisional’, belum lama tadi. Peneliti Muda Bidang Ekonomi dan  Pembangunan Balitbangda Kalsel sekaligus ketua tim peneliti, Siska Fitrianyanti mengatakan, dari 96 persen responden kosmetik menyatakan lonjakan penurunan yang dialami oleh mereka rata-rata diangka 34 persen sejak hadirnya pasar modern di Kalimantan Selatan. Peneliti Muda Bidang Ekonomi dan Pembangunan...

Lanjut Membaca →

Pemprov Kalsel Dukung MCP KPK RI

Artikel →

Plt Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Resnawan saat mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI terkait Progres Monitoring Center of Prevention (MCP) se-Kalimantan Selatan melalui Video Conference di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Rabu (2/12/2020). MC Kalsel/Rol Pemprov Kalsel dukung Monitoring Control for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang selama ini diakses lewat laman kpk.go.id. Plt Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan mengatakan hal ini memudahkan Pemprov Kalsel dan Kabupaten/Kota untuk tingkatkan tata kelola Pemerintahan dan bisa menyampaikan laporannya tanpa harus menunggu tim dari KPK datang untuk melakukan monitoring. “Pemprov Kalsel akan terus meningkatkan dan memperbaiki serta selalu mendukung MCP ini,”...

Lanjut Membaca →

Komisi ll DPRD Kalsel Dorong Percepatan Penurunan Stunting di Kalsel

Artikel →

 Suasana Kunjungan Komisi II DPRD Kalsel ke Dispanhan Provinsi Jawa Tengah. SEMARANG – Posisi Kalimantan Selatan yang masuk dalam 10 provinsi yang memiliki angka tertinggi stunting di Indonesia, mendapat perhatian serius Komisi ll DPRD Provinsi Kalimantan Selatan. Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.   Ditemui disela pertemuan dengan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah di Aula Dishanpan Provinsi Jateng, Selasa, (2/12), Ketua Komisi ll Imam Suprastowo mengatakan, stunting terjadi bisa dikarenakan masyarakatnya kekurangan makanan atau mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, khususnya ibu hamil sehingga bayinya mengalami kekurangan gizi....

Lanjut Membaca →

Samakan Persepsi, Tim Juri Rapat Evaluasi Hasil Penilaian Satu Wasaka Award

Gelar Pertemuan Tahunan 2020, Ini Target BI Untuk Perekonomian 2021

Aktivitas MCK dan Buang Sampah di Sepanjang Sungai Harus Diminimalisir

Pemprov Kalsel Tandatangani MoU Dengan Perwakilan BPKP Kalsel

Disperip Kalsel Peringati Hari Dongeng Nasional Di Panti Asuhan

Pasar Modern dan Online Picu Penurunan Omzet Kosmetik dan Pakaian

Pemprov Kalsel Dukung MCP KPK RI

Komisi ll DPRD Kalsel Dorong Percepatan Penurunan Stunting di Kalsel

Layanan Publik
Sistem Informasi

Informasi Geografis

Secara geografis, Kalimantan Selatan berada di bagian tenggara pulau Kalimantan, memiliki kawasan dataran rendah di bagian barat dan pantai timur, serta dataran tinggi yang dibentuk oleh Pegunungan Meratus di tengah.

Keanekaragaman Hayati

Kalimantan Selatan terdiri atas dua ciri geografi utama, yakni dataran rendah dan dataran tinggi. Kawasan dataran rendah kebanyakan berupa lahan gambut hingga rawa-rawa sehingga kaya akan sumber keanekaragaman hayati satwa air tawar. Kawasan dataran tinggi sebagian masih merupakan hutan tropis alami dan dilindungi oleh pemerintah.

Sumber Daya Alam

Kehutanan: Hutan Tetap (139.315 ha), Hutan Produksi (1.325.024 ha), Hutan Lindung (139.315 ha), Hutan Konvensi (348.919 ha) Perkebunan: Perkebunan Negara (229.541 ha) Bahan Galian: batu bara, minyak, pasir kwarsa, biji besi, dll.

Tenaga Kerja

Sektor pertanian merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Pada bulan Februari 2012 tercatat sebanyak 38,20% tenaga kerja diserap sektor pertanian. Sektor perdagangan adalah sektor kedua terbesar dalam penyerapan tenaga kerja, yaitu sebesar 20,59%. Status pekerja di Kalimantan Selatan masih didominasi oleh pekerja yang bekerja di sektor informal. Pada Februari 2012 sebanyak 63,20% adalah pekerja di sektor informal. Sebagian besar dari pekerja tersebut berstatus berusaha sendiri (19,66%), berusaha dibantu buruh tidak tetap (18,92%) serta pekerja bebas dan pekerja tak dibayar (24,61%). Pekerja di sektor formal tercatat sebanyak 36,80% yaitu terdiri dari pekerja dengan status buruh/karyawan (33,35%) dan status berusaha dibantu dengan buruh tetap (3,45%).

Selayang Pandang

Secara geografis, Kalimantan Selatan berada di bagian tenggara pulau Kalimantan, memiliki kawasan dataran rendah di bagian barat dan pantai timur, serta dataran tinggi yang dibentuk oleh Pegunungan Meratus di tengah.
Kalimantan Selatan terdiri atas dua ciri geografi utama, yakni dataran rendah dan dataran tinggi. Kawasan dataran rendah kebanyakan berupa lahan gambut hingga rawa-rawa sehingga kaya akan sumber keanekaragaman hayati satwa air tawar. Kawasan dataran tinggi sebagian masih merupakan hutan tropis alami dan dilindungi oleh pemerintah.
Kehutanan: Hutan Tetap (139.315 ha), Hutan Produksi (1.325.024 ha), Hutan Lindung (139.315 ha), Hutan Konvensi (348.919 ha) Perkebunan: Perkebunan Negara (229.541 ha) Bahan Galian: batu bara, minyak, pasir kwarsa, biji besi, dll.
Sektor pertanian merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Pada bulan Februari 2012 tercatat sebanyak 38,20% tenaga kerja diserap sektor pertanian. Sektor perdagangan adalah sektor kedua terbesar dalam penyerapan tenaga kerja, yaitu sebesar 20,59%. Status pekerja di Kalimantan Selatan masih didominasi oleh pekerja yang bekerja di sektor informal. Pada Februari 2012 sebanyak 63,20% adalah pekerja di sektor informal. Sebagian besar dari pekerja tersebut berstatus berusaha sendiri (19,66%), berusaha dibantu buruh tidak tetap (18,92%) serta pekerja bebas dan pekerja tak dibayar (24,61%). Pekerja di sektor formal tercatat sebanyak 36,80% yaitu terdiri dari pekerja dengan status buruh/karyawan (33,35%) dan status berusaha dibantu dengan buruh tetap (3,45%).