APBD-P 2020 DIHARAPKAN DAPAT PERBAIKI KONDISI KALSEL DALAM MENANGANI PANDEMI COVID-19

Penulis 14 September 2020 Daerah 53 Views

BANJARMASIN – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kalimantan Selatan diharapkan dapat memperbaiki kondisi daerah Kalsel dalam menangani pandemic Covid-19. Harapan itu disampaikan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam sambutannya pada Rapat Paripurna DPRD Kalsel, Kamis (10/9). Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kalsel itu menyampaikan penghargaan kepada Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalsel yang telah menyampaikan laporannya.

Suasana Rapat Paripurna Pengesahan APBD Perubahan Kalsel Tahun 2020.

Menurutnya, laporan Banggar yang disertai dengan berbagai saran, arahan serta koreksi yang konstruktif, menjadi masukan yang sangat berharga dalam penentuan kebijakan, serta pelaksanaan berbagai program dan kegiatan selanjutnya.

“Saran, masukan dan koreksi itu akan menjadi perhatian kami, sehingga Perubahan APBD Tahun 2020 semakin matang dan tepat sasaran. Akumulasi dari berbagai saran, masukan dan koreksi terhadap Raperda tentang Perubahan APBD Tahun 2020, telah kita sepakati bersama, dengan adanya pernyataan persetujuan dewan yang terhormat, terhadap Raperda tersebut,” katanya.

Dengan persetujuan ini, menurut Paman Birin (sapaan akrabnya), memberi makna dan arti penting, bahwa pemerintah daerah bersama-sama dengan dewan perwakilan rakyat daerah, kembali dapat menyelesaikan salah satu tugas dalam rangkaian pengelolaan keuangan daerah, demi mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang baik, memajukan pembangunan, serta memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Untuk menetapkan suatu rancangan peraturan daerah menjadi peraturan daerah, kata Paman Birin, bukanlah suatu pekerjakan yang mudah. Apalagi peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah, yang hakekatnya merupakan salah satu instrumen penting kebijakan publik, dalam upaya peningkatan pelayan umum dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.

“Namun demikian, karena adanya saling pengertian dan kesadaran yang mendalam, kerjasama yang harmonis, serta keselarasan pandang antara pihak eksekutif dan legislatif, maka berbagai dinamika yang berkembang dan timbul dalam proses pembahasan, telah dapat kita rumuskan secara arif dan bijaksana, dalam rancangan Perubahan APBD Tahun 2020 ini,” jelasnya.

Dinamika dalam proses pembahasan rancangan peraturan daerah ini, hendaknya dapat diambil hikmahnya, khususnya kesepakatan untuk memenuhi  kebutuhan daerah dan masyarakat dalam melewati pandemi Covid-19.

“Perubahan APBD Tahun 2020 ini, kita harapkan dapat memperbaiki kondisi daerah kita dalam menangani pandemi Covid-19, baik disektor kesehatan, sosial, ekonomi maupun pendidikan. Disisi lain, Perubahan APBD Tahun 2020 ini, juga kita harapkan mampu mengakomodir kebutuhan pembangunan daerah, sesuai dengan prioritas yang telah direncanakan,” pungkasnya. (NRH/RDM/RHD)

SUMBER : abdipersadafm