Gubernur dan Wakil 2016 Ingin Kalsel Mapan

  • Kalsel Sejahtera, Berkeadilan, Mandiri dan Berdaya Saing

Visi Kalsel Mapan (Mandiri dan Terdepan) Lebih sejahtera, Berkeadilan, mandiri dan Berdaya Saing.
Misi :

  • Mengembangkan sumberdaya manusia yang agamis, sehat, cerdas dan terampil.
  • Mengembangkan daya saing ekonomi daerah yang berbasis sumberdaya lokal, dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.
  • Mengembangkan infrastruktur wilayah yang mendukung percepatan pembangunan ekonomi dan sosial budaya.
  • Memantapkan kondisi sosial budaya daerah yang berbasis kearifan lokal.
  • Mewujudkan tata kelola pemerintah yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.

Riwayat Hidup
Nama H Sahbirin Noor, S.Sos, MH, Tempat tanggal lahir Banjarmasin, 12 November 1967, Istri Hj Raudatul Jannah Anak 1. Sandi Fitria Noor 2. Noor Azizah Zaimah 3. Noor Azkya Alimma.

Biodata
Nama Drs H Rudy Resnawan, Tempat tanggal lahir Amuntai, 12 Februari 1961, istri Rosdiawati.

SEJARAH baru kembali terukir pada Jum`at (12/2). Kalimantan Selatan secara remi memiliki Gubernur dan Wakil Gubernur dalam periode 2016-2021, setelah H Sahbirin Noor, S.Sos MH dan pasangannya Rudy Resnawan dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Kepresidenan, hari ini.

Proses panjang pun dilalui kedua pasangan yang sebelumnya menyandang sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur Kalsel nomor urut dua yang bersaing dalam Pilkada 9 Desember 2015 lalu. Kini titel calon sudah luntur dan meledak jabatan sabagai Gubernur dan Wakil Gubernur.

Kedua sosok pemimpin Kalsel lima tahun ke depan ini sudah tidak asing lagi di mata warga Kalsel. Karena sudah lama juga berkecimpung dalah hal kegiatan di Kalsel. Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang biasa disapa Paman Birin ini pun tidak asing. ia lahir di Banjarmasin pada 12 November 1967.

Ibunya bernama hajah Norsyam binti Mulik asal Sungai Andai Banjarmasin. Ayahnya bernama Abdussamad bin H Arifin asal Martapura, yang memiliki hubungan kkeluarga dengan sespuh Darussalam sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama (NU) di Kalsel yakni, "Guru Tuha" KH Abdul Qadir hasan (memimpin Darussalam 1940-1959). H Arifin ini bersaudara dengan Fatimah, ibuda KH Abdul Qadir Hasan.

Masa  kecil Sahbirin dilewatinya di kawasan pinggiran sungai martapura tepatnya dikawasan Sungai Jingah Banjarmasin. Karena itulah ia sangat jago berenang, bahkan sanggup berenang bolak-balik di sungai yang menjadi ikon Kota Saribu Sungai ini. Sehingga oleh rekan sepermainannya dulu, Sahbiri dijuluki sang penakluk Sungai Martapura.

Hajah Norsyah hanya seorang ibu rumah tangga, sedang ayahnya hanya pedagang kecil yang kemudian menceraikan ibunya. Karenanya sejak kecil Sahbirin sudah terbiasa hidup mandiri. Untuk mencukupi biaya sekolah dan kebutuhan sehari-hari, tidak jarang ia harus banting tulang memeras keringat.

Namun keterpurukan ekonomi tidak menjadi penghalang baginya untuk meraih sukses. Modalnya yakni keinginan keras untuk maju, disiplin, rajin, rendah hati, ramah tamah, mau bergaul dengan siapa saja, rajin berorganisasi serta tak lupa pula rajin berdo`a kepada Allah Yang Maha Pemurah.

Sikap disiplin dan pekerja keras, Sahbirin tidak terlepas dari pernikahan kedua ibunya dengan seorang prajurit TNI Sertu H Muhammad Ilmi yang berakhir bertugas di seksi 1 Kodim 1007 Banjarmasin. Layaknya bapak kandung Muhammad Ilmi banyak berperan memoles sahbirin menjadi pribadi yang disiplin, terutama dalam pembentukan karakternya.

Sahbirin Noor adalah putra ke tujuh dari sepuluh saudara. Secara berurutan yakni Hj Wartiah, H Muhammad Nasir, H Ansyari, Hj Rusdiana, H Muhammad Tanim, Noormansyah (alm), Hj Ajang Kartini, Hj Heny Faridah dan Muhammad Yani.

Sahbirin menikah dengan seorang gadis kelahiran Banjarmasin bernama Raudatul Jannah SKM yang merupakan anak dari H Ibat Matnor (Alabio) Hj Fatonah warga Telukselong Martapura.

Pernikahan ini menghasilkan tiga orang anak 1. Sandi Fitria Noor 2. Noor Azizah Zaimah 3. Noor Azkya Alimma.

Isterinya hingga saat ini menjadi inspirator dalam mendidik anak-anak mereka agar menjadi orang yang sukses dan berguna.

Dalam kehidupan sehari-hari, Sahbirin senantiasa menanamkan nilai-nilai moralitas keagamaan, loyalitas dan kejujuran, kepada keluarganya. Terutama kepada anak dan juga pembantunya. Karena dia menganggap nilai-nilai keagamaan dan kejujuran itu adalah ajaran luhur yang sudah menjadi barang langka sat ini.

Dengan prinsip itulah, maka Sahbirin menyatakan tidak pernah kompromi terhadap segala bentuk penyelewengan dan penyimpangan. Karena itu, ia memberi teladan hidup bersih dan bersahaja. Sedangkan sosok wakilnya, Rudy Resnawan juga tidak asing. Ia lahir di Amuntai, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan pada 2 Februari 1961 (54). Tidak asing karena pria berkumis ini adalah wakil Gubernur Kalimantan Selatan periode sebelumnya, berpasangan dengan Rudy Ariffin setelah memenangkan Pilgub Kalsel tahun 2010. Sebelumnya ia pernah menjabat sabagai Walikota banjarbaru selama dua periode antara tahun 2000-2005 dan 2005-2010.

Rudy Resnawan merupakan mantan Walikota banjarbaru yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Selatan mendampingi Gubernur dua periode H Rudy Ariffin. Pria kelahiran Amuntai ini memulai karir di bidang politik saat menjabat sebagai pegawai bulanan kantor Pemda Barito Kuala pada 1981.

Perlahan-lahan karirnya merangkak naik dan jadi Wakil Gubernur pada 12 Februari 2010 bertepatang dengan hari jadinya ke-49. Selama ini, Rudy dikenal sebagai tipikal anak muda yang sukses dan selalu menginginkan perubahan, bertindak cepat, dan berkonsep cerdas. Sehingga pada pemerintahan dua Rudy ini banyak masyarakat yang berharap akan adanya banyak perubahan yang terjadi di Kalimantan Selatan.(*/kh)

(Sumber : Banjarmasin post edisi Jum`at 12 Februari 2016)

Share