Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Batulicin - Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dicanangkan oleh Pemerintah menjadi momentum untuk bersama-sama mengkampanyekan budaya pencegahan kecelakaan di tempat kerja.

Kampanye budaya tersebut juga dilakukan Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor pada saat menjadi pembina upacara Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2017 di Kantor PT. Jhonlin Baratama Site Sungai Dua, Batulicin, Sabtu (14/1).

Disampaikannya, bahwa tema pada tahun 2017 ini adalah dengan budaya K3 kita tingkatkan kualitas hidup manusia menuju masyarakat yang selamat, sehat dan produktif.

"Tema peringatan bulan K3 Nasional tahun ini dimaksudkan untuk mendorong semua pihak berpartisipasi aktif membudayakan K3 yang diharapkan menjadi bagian integral dalam pembangunan nasional untuk meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat," terangnya.

Disampaikan Gubernur, peringatan K3 telah disepakati dimulai sejak 12 Januari, dan tahun 2017 merupakan tahun ke-3 bagi bangsa Indonesia yang secara terus menerus berusaha mewujudkan kemandirian masyarakat Indonesia berbudaya K3 tahun 2020.

"Momentum peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja seperti ini harus selalu kita jaga oleh karena itu kepada seluruh karyawan dan karyawati di setiap perusahaan di Kalimantan Selatan supaya mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja," katanya.

Gubernur menekankan kepada para karyawan dan karyawati lebih mengedepankan ketenangan dalam bekerja agar tehindar dari hal yang tidak dinginkan. "Dengan bekerja secara tenang pasti kita bisa menguasai keadaan, apabila sudah menguasai keadaan insyallah kita akan selamat dalam bekerja," ucapnya.

Pria yang kerap disapa Paman Birin ini menjelaskan, tujuan K3 tidak hanya untuk memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja dan orang lain yang berada di tempat kerja agar terjamin keselamatannya, tetapi juga untuk mengendalikan resiko terhadap peralatan, aset, dan sumber produksi sehingga dapat digunakan secara aman dan efisien agar terhindar dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

“Pada momentum ini saya mengimbau, mengajak dan mendorong agar semua pemangku kepentingan baik pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, organisasi provesi, asosiasi, pimpinan perusahaan, pekerja dan masyarakat lainnya, melakukan upaya-upaya konkret terhadap pelaksanaan K3 dilingkungannya masing-masing, sehingga budaya K3 benar-benar terwujud di setiap tempat kerja dan masyarakat secara umum di Banua," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalimantan Selatan Antonius Simbolon mengatakan, bahwa peringatan bulan K3 yang dilaksanakan di Kabupaten Tanah Bumbu ini menjadi langkah maju yang diprakarasi oleh PT. Arutmin dan Jhonlin Baratama.

"Kita mengharapakan dengan adanya kegiatan ini harus dikuti oleh perusahaan-perusahaan lain yang ada di Kalimantan Selatan dalam mengkampanyekan dan mengimplementasikan keselamatan dan kesehatan kerja," katanya.

Menurutnya, dipilihnya Kabupaten Tanah Bumbu sebagai penyelenggara peringatan bulan K3 karena perusahaan-perusahaan daerah ini semakin memahami dan sadar akan arti penting dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Terlebih lagi perusahaan di daerah ini dalam bertugas mempunyai tingkat resiko kecelakaan yang tinggi seperti PT. Jhonlin Baratama dan PT. Arutmin.

"Kita melihat bahwa hal yang paling penting adalah kesadaran, jadi kita menganggap Jhonlin ini betul-betul sudah memahami arti dan makna bulan K3 itu sendiri, saya kira Kabupaten Tanah Bumbu beruntung memiliki perusahaan seperti ini," sebutnya.

Pada kesempatan tersebut Gubernur menyerahan penghargaan penerapan K3 kepada puluhan karyawan PT Jhonlin Baratama dan mengunjungi stan gelar peralatan rescue PT. Arutmin dan donor darah.syh/kh

(Sumber : Newsroom Biro Humas Setdaprov Kalsel edisi Senin, 16 Januari 2017)

Share