Izin Amdal Bandara Selesai

BANJARMASIN - Pengembang Bandara Syamsudin Noor akan segera dilakukan. Rencananya dalam waktu dekat akan dilaksanakan ground-breaking pengembangan bandara yang direncanakan dilakukan langsung oleh Presiden SBY, akhir tahun ini. Namun hingga saat ini ternyata izin analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) bandara masih belum dikeluarkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup (KemenLH).

Plt Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kalsel HM Ruslie mengungkapkan, dalam pengembangan Bandara Syamsudin Noor yang berkewenangan adalah Dishub Kalsel. Sebelum dilakukan pengembangan perlu ada izin amdal yang dikeluarkan oleh KemenLH. Namun sejak tahun 2012, hingga saat ini, izin tersebut masih belum selesai.

"Kalau tidak ada izin amdal, kami tidak bisa melakukan pekerjaan. Padahal akan dilakukan ground-breaking dalam waktu dekat. Ini tidak bisa ditunda lagi," ujarnya.

Ruslie menambahkan, pihaknya sudah beberapa kali menghubungi KementerianLH, namun masih belum diberikan jawaban. Untuk itu, ia pun akan meminta bantuan kepada Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD). "Kami berharap agar segera dikeluarkan izin amdal. Sehingga tidak terbentur dengan masalah," tambahnya.

Sementara Kepala BLHD Kalsel Ikhlas mengungkapkan, untuk perizinan Amdal memang berada di KementerianLH. Namun pihaknya tidak berwenang untuk mempertanyakan masalah tersebut. Sebab yang berhak dalam perizinan amdal tersebut adalah Dishubkominfo.

"Pengujian Amdal sendiri sudah selesai. Yang belum keluar adalah hasil dari uji kelayakan lingkungan. Kami tidak bisa meminta KementerianLH. Mungkin hanya bisa melakukan koordinasi saja ke pusat. Membantu Dishubkominfo dalam komunikasinya," tambahnya.

Sementara Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan menambahkan, Amdal harus dapat diselesqikan sebelum ground-breaking. Sehingga tidak ada kendala lagi. "Jangan sampai tertunda lagi ke tahun 2014 karena permasalahan ini. Saya harap izinnya sudah keluar dalam waktu dekat," tandasnya.

Pengembangan Bandara Syamsuddin Noor terdiri atas tiga tahap, yakni persiapan yang meliputi pengajuan rencana induk, studi amdal, dan pembebasan lahan. Kemudian, tahap I, meliputi pembangunan terminal bandara, perluasan apron, dan penambahan area parkir kendaraan.

Terakhir, tahap II yang meliputi perpanjangan runway bandara, perluasan terminal bandara, Berta pembangunan paralel runway. Pengembangan Bandara Syamsuddin Noor ini sendiri direncanakan dimulai pada 2011 lalu dari berakhir pada 2014 mendatang. Namun hingga 2013 masih belum dilakukan. (mrn/mf/tri)kh

(Sumber : Radar banjarmasin edisi Selasa, 24 september 201

Share