Saatnya Banua Punya Kereta Api Modern

Banjarbaru -  Percepatan pertumbuhan ekonomi secara signifikan di  Kalimantan Selatan saat ini hanya akan terwujud apabila didukung oleh pembangunan infrastruktur yang kuat dan modern. Hal tersebut diutarakan Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor menyikapi rencana pemerintah membangun jalur Kereta Api Trans Kalimantan, saat melakukan dialog dengan Dirjen Perkereta apian Kementerian Perhubungan RI, Prasetyo Boeditjahjono ,Sabtu (4/3). “Masyarakat  Kalimantan Selatan saat ini membutuhkan model sistem transportasi massal yang baru dan lebih modern, seperti tersedianya transportasi kereta api,” paparnya. Dalam pertemuan berlangsung di VIP Room Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin di Banjarbaru,  gubernursangatmengapresiasirencanapemerintahmembangunjalurkeretaapi Trans Kalimantan. Menurutnya,  pembangunan jalur kereta api Trans Kalimantan sangat selaras dengan Visi Misi Kalsel di bidang perhubungan, yakni membangun infrastruktur strategis di bidang perhubungan dalam rangka mempercepat pembangunan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah. Gubernur menganalisa,  pembangunan jalur kereta api karena kedepan Kalimantan terutama Kalimantan Selatan akan menghadapi tantangan kompleks di berbagai bidang, termasuk penyediaan transportasi yang aman dan murah untuk masyarakat. Ketersediaan angkutan kereta api tidak hanya membantu akses cepat transportasi masyarakat, mengurangi kepadatan lalulintas perkotaan, tetapi berdampak multi efek bagi percepatan pembangunan perekonomian daerah di Kalimantan Selatan dan regional Kalimantan. “Semua tidakakan mustahil untuk diwujudkan sepanjang didasari ikhtiar dan tekad kuat serta dukungan seluruh masyarakat. Insya Allah semua bisa kita kerjakan dan terwujud,”  ucap Sahbirin penuh optimis. Senada dengan pemikiran gubernur, Dirjen Perkereta apian Kementerian Perhubungan RI, Prasetyo Boeditjahjono mengatakan tujuan pihaknya datang ke Banjarmasin dalam rangka sinkonisasi dan koordinasi terkait rencana pembangunan jalur kereta api Trans Kalimantan. Diutarakan, proses pembangunan jalur kereta api Trans Kalimantan saat ini telah menyelesaikan tahapan studi kelayakan. Namun proses yang paling sulit adalah pengadaan lahan yang memerlukan bantuan pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten/kota. “Perlu bantuan pemerintah provinsi, kabupaten/kota untuk permasalahan lahan pada jalur lintas kereta api . Ini karena jalur kereta api yang akan dibangun memerlukan lahan yang cukup panjang dengan ukuran yang tidak terlalu lebar,”  harap Prasetyo. (dev/humpro)
   

Share