Kalsel Semakin Gigih Bangun Infrastruktur Strategis

Makassar – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di bawah kepemimpinan H. Sahbirin Noor dan H. Rudy Resnawan semakin gigih membangun infrastruktur strategis daerah.   Bahkan untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan, pemprov telah mengusulkan permohonan bantuan kepada  pusat,   dilengkapi  dengan  grand master perencanaan pembangunan. Kegigihan Pemprov Kalsel tersebut bisa dilihat telah tersedianya  grand master  perencanaan pembangunan daerah dan keuletan melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah pusat. Seperti melalui  Rapat Koordinasi Teknis Penyelarasan Pembangunan Nasional dan Daerah 2018,  berlangsung dari 28 Februari - 3 Maret  2017, di  Grand Clarion Hotel Makassar, Sulawesi Selatan,  Pemprov Kalsel mengusulkan sejumlah kegiatan pembangunan strategis daerah. Kepala Bappeda Provinsi Kalsel Ir H Nurul Fajar Desira CES mengatakan, ada beberapa pembangunan infrastruktur daerah  yang telah diusulkan menjadi program strategis nasional . “Proyek tersebut antara lain  dari segi konektivitas seperti pengembangan Bandara Syamsuddin Noor, Bandara Syamsir Alam dan Warukin, insfrastruktur pelabuhan, jalur kereta api, BRT Banjarbakula. Jembatan penghubung Pulau Kalimantan dengan Pulau Laut, jalan bebas hambatan Banjarmasin, Banjarbaru, Batulicin, Fly Over dan Jembatan Pangeran Antasari Banjarmasin,” terangnya, di sela mengikuti rapat penyelarasan pembangunan nasional dan daerah, di Makassar. Kegiatan pembangunan lain yang diusulkan menjadi pembangunan strategis nasional adalah kedaulatan pangan dan energi, seperti pembangunan Bendungan Tapin, Riam Kiwa, dan pengembangan daerah irigasi Amandit, Batang Alai,  Pitap,  Polder Alabio, dan pembangunan daerah irigasi Kinarum di Kabupaten Tabalong. Berikutnya, dari segi kedaulatan energi, akan diusulkan PLTU Kotabaru, PLTG/MG/GU Kalsel Peaker 1, dan PLTU Kalselteng 2.   Infrastruktur lainnya seperti pembangunan SPAM,  TPA Regional, Sport Centre,  Kawasan Industri Batulicin, kawasan pariwisata Loksado,  kawasan pariwisata Sungai Martapura dan kebudayaan Banjar serta   pusat distribusi regional Banjarmasin. Pria yang juga pernah menjadi Kepala Bappeda Kota Banjarmasin, melalui forum rakortek ini program-program prioritas yang disampaikan dan terus diperjuangkan, agar  dapat diterima dan masuk dalam program strategis nasional. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo saat membuka rakortek ini mengatakan bahwa rencana arah pembangunan 2018 mendatang fokusnya ke daerah.  Konsekuensi dari hal tersebut,  maka porsi anggaran APBN akan lebih banyak dianggarkan ke daerah. “Porsi anggaran akan kita lihat nanti. Bisa 60% ke daerah dan 40% di pusat, atau 70% ke daerah dan 30% di pusat” kata Tjahjo seusai membuka kegiatan ini. Pembagian porsi anggaran ini, menurut Tjahjo sesuai dengan arahan presiden. Dimana program kementerian dan lembaga pusat akan lebih banyak ke daerah, termasuk Kalsel.. Selain itu, lanjut Tjahjo,  Presiden Jokowi juga menginginkan dalam masa kepemimpinannya ini, konektivitas Indonesia dapat selesai, yaitu melalui tol laut, jalan tol, bandara, dan kereta api. . *

Share