Nahdhalatul Ulama Media Inspirasi Masyarakat

KABUPATEN BANJAR- Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Drs H Abdul Haris Makkie mengatakan Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peran strategis dalam perannya sebagai organisasi kemasyarakatan terutama di bidang   syiar dakwah Islam di Indonesia.

                “Dalam catatan sejarah negeri ini, NU termasuk salah satu organisasi sosial keagamaan yang turut berjasa terhadap bangsa dan negara, terutama di bidang syiar dakwah Islamiah,” papar Abdul Haris, saat memberikan sambutan pada acara Peringatan Harlah NU ke- 91 Tingkat Provinsi Kalsel, di Universitas Nahdlatul Ulama, Gambut Kab. Banjar, Sabtu ( 11/2).

            Dikatakan Sekdaprov, NU juga memiliki peran strategis lain, yakni sebagai media inspirasi bagi masyaraakat di berbagai bidang kehidupan sosial dan keagamaan. Ini karena kiprah NU di masyarakat baik dalam skala lokal, regional dan nasional terbukti memberikan keteladanan nilai-nilai kesantunan sosial.

          Kedatangan pejabat yang juga anak almarhum H Ahmad Makkie, mantan Ketua Majelis Ulama Provinsi Kalimantan Selatan disambut penuh gembira oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalsel.

            Bersama Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj, Abdul Haris dikalungi sorban oleh petinggi PWNU Kalsel. Mereka berdua berjalan bersama menuju panggung utama, yang disambut dengan lantunan shalawat oleh para Jama'ah.

Ketua PWNU Kalsel, HM Sarbani Haira memberikan apresiasi atas perhatian Pemprov Kalsel terhadap kegiatan NU. Kebanggan itu juga ditujukan secara langsung untuk Abdul Haris.

Menurut Sarbaini, terlaksananya kegiatan harlah NU ke 91 Tingkat Provinsi Kalsel yang dirangkai dengan Haul KH. Abdul Qadir Hasan (Guru Tuha) yang ke 40, salah satunya juga tidak lepas dari peran Sekdaprov.

KH. Abdul Qadir Hasan (Guru Tuha) itu sendiri merupakan pendiri dan Ketua NU Kalsel yang pertama. "Kegiatan Harlah NU untuk pertama kalinya yang diadakan secara besar-besaran di tingkat Provinsi dan dirangkai dengan Haul Guru Tuha ini, salah satu aristek pelaksanaan adalah Pa Sekda.. Beliau terlibat langsung dalam persiapan kegiatan ini" ucap Syarbani.

Menanggapi penilaian tersebut, Sekdaprov Kalsel H Abdul Haris menyikapinya dengan rendah hati seraya mengatakan bahwa penilaian atau pujian itu terlalu berlebihan. Menurut Haris , dirinya hanya bagian kecil dari NU yang besar dan kokoh.

"Kalau saya disebut arsitekturnya, itu terlalu berlebihan. Saya hanyalah bagian kecil dari NU yang besar dan kokoh" tanggapnya yang disambut apresiasi dari para jamaah.

Dalam peringatan bersejarah bagi NU ini juga dilaksanakan penandatanganan MoU antara UNU Kalsel dengan Pemprov Kalsel terkait potensi yang dimiliki Kalsel dan Pengembangan SDM yang melingkupi Tri Dharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Selain itu, dalam peringatan ini juga GP Ansor Kalsel mendeklarasikan gerakan anti berita bohong atau hoax dengan memanfaatkan media sosial dengan positif, mencegah dan memerangi hoax, sosialisasi tentang dampak berita hoax, serta berupaya mengubah perilaku negatif masyarakat.

Turut hadir dalam peringatan hari bersejarah ini, Forkopimda Prov. Kalsel, Bupati/Walikota Se Kalsel, Alim Ulama, Para Habaib, GP Ansor, Banser. *

Share