Gubernur Kalsel Perkuat Kemitraan Pusat-Daerah

"Kita akan terus membangun sinergitas dan komunikasi baik dengan pemerintah pusat atau daerah, termasuk seluruh elemen di masyarakat agar upaya kita mempercepat perwujudan visi Kalsel mandiri dan Terdepan terwujud."

PALANGKARAYA, KP - Pola kemitraan senergis dengan pemerintah pusat dan antar daerah, terus dilakukan Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor.

Ini terbukti, dari komitmen kuat orang nomor satu di Banua itu, untuk selalu berusaha menghadiri kegiatan-kegiatan strategis kenegaraan atau memenuhi undangan antar daerah, dalam rangka memperkuat sinergitas dan membangun komunikasi.

Sebagaimana kehadiran Gubernur di acara puncak Peringatan hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), yang dihadiri langsung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa (20/12), meski harus berangkat menghari dari Banjarmasin melalui perjalanan darat, pria yang akrab disapa Paman Birin ini, sampai ke tempat tujuan tepat waktu.

"Kita akan terus membangun sinergitas dan komunikasi baik dengan pemerintah pusat dan daerah, termasuk seluruh elemen di masyarakat agar upaya kita mempercepat perwujudan visi Kalsel mandiri dan Terdepan terwujud," uacapnya, usai menghadiri acara Peringatan HKSN tersebut.

Menurut Gubernur, untuk mempercepat pembangunan daerah, pemerintah provinsi harus menjalin komunikasi sinergis dengan mengukur dan mengevaluasi kemajuan di masing-masing daerah. Dihadaapkan, dari kehadiran tersebut akan terjalin pola kemitraan sinergis untk percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan rencana pembangunan," terangnya.

Sementara itu, Presiden Jokowi di acara peringtan HKSN berpesan, agar seluruh elemen masyarakat terus menggelorakan semangat kesetiakawanan sosial sebagai wujud dari pengalaman Pamcasila. Kesetiakawanan sosial merupakan salah satu syarat mutlak untuk mewujudkan Indonesia Jaya dan Sejahtera, melalui pembangunan-pembangunan yang sinergis antar pemerintah pusat dan daerah.

Angeda lain presiden di Kalteng, selain menghadiri peringatan HKSN juga meresmikan Gedung Perkuliahan IAIN dan bertolak ke kabupaten Pulang Piasu untuk menghadiri acara Kolaborasi Hutan Tanaman Rakyat dan Industri Kayu.

Di hari yang sama presiden Jokowi juga menerima anugerah gelar budaya dari Dewan Adat dayak sebagai simbol pemimpin bijaksana dan berkepribadian luhur pemersatu keutuhan bangsa.

  • Jokowi diberi gelar Raja Dayak.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi), dinobatkan sebagai Raja dayak dengan gelar 'Raja Haring Hatungku Tungket Langit' seiring kunjungannya ke Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Sambutan hangat diberikan kepada Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta rombongan, saat tiba di bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, kalimantan Tengah, Selasa (20/12), sekitar pukul 09:40 WIB.

Demikian dilansir antara kedatangan Presiden Jokowi langsung disambut dengan tarian tradisional dayak Khas Kalimantan Tengah. Setelahnya, Presiden dinobatkan sebgaai Raja Haring Hatungku Tungket Langit.

Gelar itu sendiri, dapat dimaknai sebagai raja bijaksana yang berkepribadian luhur dan penopang keutuhan bangsa. Upacara pemberian gelar dipimpin oleh Ketua Dewan Adat dayak (DAD) Kalteng, Agustiar Sabran, di Bandara Tjilik Riwut, beberapa saat setelah rombongan presiden mendarat, Selasa (20/12).

"Pemberian gelar ini memiliki dua makna. Pertama, ini adalah wujud dukungan terhadap pemerintahan Presiden Jokowi. Kedua, pengakuan terhadap karakter kepemimpinan Jokowi. Ini sesuai dengan arti dan filosofi Raja Haring hatungku Tungket Langit, yakni raja yang arif, bijaksana, berbudi luhur dan mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap keputusan," kata Agustiar Sabran.

  • Menurutnya, masyarakat dayak berkomitmen untuk mengawal presiden Jokowi.

"Bapak Jokowi adalah seorang pemimpin yang berbudi luhur, menjaga perbedaan, dan keberagaman. ini sesuai dengan Falsafah Rumah Betang Orang Dayak Kalteng, tujuh agama bisa mufakat dan hidup bersama dengan satu rumah.

Itu pasti perlu kebijaksanaan. "Karenanya, saya mewakili masyarakat dayak siap emdukung dan mengawal pemerintah Raja Haring Hatungket Langit. Kami berharap beliau selalu konsisten bersama rakyat," lanjut Agustiar.

Upaca pemberian gelar tersebut juga dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat Dayak Kalimantan Tengah. Selain itu, beberapa menteri Kabinet Kerja dalam rombongan Presiden, di antaranya Menko PMK Puan Maharani dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi SP.(ban/net/K-2/kh)

(Sumber : Kalimantan Post edisi Rabu, 21 Desember 2016)

Share