5000 MAHASISWA TURUT TANAM PADI

administrator 17 October 2018 Berita 59 Views

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor (kiri) membuat lubang saat menanam bersama ribuan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Desa Jejangkit Kabupaten Barito Kuala (Batola), Selasa (16/10). Penanaman padi ini menggunakan bibit unggul. 

Pelaksanaan Hari Pangan Sedunia (HPS) XXXVIII Tahun 2018 dua hari lagi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tetap terus bergerak untuk semarakkan kegiatan bersejarah di Banua itu.

Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor mengajak TNI – Polri (Polda Kalsel) dan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk mengambil bagian menyukseskan HPS.

Meski tersisa dua hari lagi pelaksanaan HPS, proses buka lahan tidur jadi lahan pertanian tetap terus dilaksanakan.

Hal ini dilihat saat 5000 mahasiswa ULM dan 900personil Polda Kalsel turut menanam bersama gubernur di lahan baru Desa Jejangkit Kabupaten Barito Kuala (Batola), Selasa (16/10).

“5000 mahasiswa bersama dosen serta rektornya turun langsung ke persawahan dan belicak berataan, kita doakan mudah-mudahan ini berkah buat masyarakat Kalimantan Selatan,” tutur Sahbirin Noor di sela menanam padi bersama rektor ULM, Sutarto Hadi.

Lanjut Sahbirin, persiapan HPS ini telah dicanangkan sejak beberapa bulan lalu, sehingga pelaksanaannya yang tinggal dua hari ini siap dilaksanakan.

“Penanaman dilakukan sejak tiga bulan yang lalu, mulai dari membuka lahan, menjadikan lahan siap tanam kemudian menanam hingga pemeliharaannya. Sehingga 100 hektar yang dicanangkan lebih awal siap dipanen pada HPS tanggal 18 Oktober nantinya.”

Sementara Rektor ULM, Sutarto Hadi menyampaikan bahwa luas areal pertanian kita yang tidur ini harus dibangunkan sebab dari lahan tidur ini bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan, “itulah sumber kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan, yang paling penting ada komitmen bersama pemerintah dan akademisimembantu dalam penelitian mencari bibit unggul yang cocok untuk rawa lebak seperti di Jejangkit ini.”

Sehubungan dengan kesejahteraan masyarakat, Dia juga menambahkan bahwa hal terpenting dalam pengelolaan lahan tidur agar swasembada pangan Kalsel diharapkan bisa menjadi ketahanan pangan nasional.

“Upaya ini merupakan hal yang sangat strategis bagi daerah Kalimantan Selatan dan Indonesia pada umumnya untuk menghapuskan kelaparan di bumi Nusantara ini,” tutup Sutarto. Mc Kalsel / Fuz