Pemerintah Provinsi Ingin HIPMI Ciptakan Green Enterpreneur

By. H. Muhari, S. Ag
(penulis : Praktisi Kehumasan – Radio, pada Biro Humas Setda Kalsel)

Memulai tulisan ini saya ingin mengutip sebuah pantun :

Redup bintang haripun subuh
Subuh tiba berganti surya
Biarlah HIPMI tetap bertumbuh
Karena HIPMI pembawa sejahtera

Biarlah orang bertanam buluh
Mari kita bertanam padi
Biarlah orang bertanam musuh
Mari kita menanam budi

Pantun di atas menyiratkan motivasi dan semangat akan perjuangan hereoik HIPMI dalam mengemban tugas mulai sebagai pejuang kesejahtraan rakyat.
HIPMI sebagai Pengusaha Pejuang - Pejuang Pengusaha, merupakan kader- kader pengusaha nasional yang tangguh, yang berwawasan kebangsaan dan memiliki kepedulian terhadap tuntutan nurani rakyat.
HIPMI memiliki misi mulia untuk kemakmuran Indonesia melalui lahirnya pengusaha menengah baru yang berkualitas, bersinergi dan bermartabat. Pengusaha menengah baru ini terdiri dari para pengusaha yang memiliki kemampuan value creation, inovatif, profesional, fokus dan memegang nilai-nilai normatif dalam menjalankan usahanya.

  • Mengenal HIPMI

Bagi generasi muda yang terjun kedalam dunia usaha sadar akan hak dan kewajibannya, peranannya dan tanggung jawabnya kepada Nusa dan Bangsa, sebagai penerus cita-cita dan karya dari generasi terdahulu, berketetapan hati untuk memberikan darma baktinya dalam membangun negara menuju kepada terwujudnya kemakmuran yang adil dan merata.
Meyakini bahwa kewirausahaan adalah salah satu upaya mencapai cita-cita luhur untuk ke¬makmuran Nusa dan Bangsa Indonesia, yang berazaskan Pancasila dan berlandaskan Undang Undang Dasar 1945 disamping usaha-usaha lain yang dilaksanakan secara ulet, teratur, berencana dan dengan penuh kebijaksanaan.
Pengusaha Muda Indonesia yang berada pada jajaranmasyarakat pengusaha Indonesia dan dunia usaha nasional, menyatakan bersatu berhimpun dalam suatu wadah organisasi kader pengusaha nasional, bukan organisasi politik yakni HIMPUNAN PENGUSAHA MUDA INDONESIA atau disingkat HIPMI yang disebut secara resmi dalam bahasa Inggris INDONESIA YOUNG ENTREPRENEURS ASSOCIATION.

HIPMI didirikan di Jakarta, pada tanggal 10 Juni 1972, dengan kedudukan
1. Badan Pengurus Pusat HIPMI berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia
2. Badan Pengurus Daerah HIPMI berkedudukan di Ibukota Propinsi seluruh Indonesia.
3. Badan Pengurus Cabang HIPMI berkedudukan di Ibukota Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.
HIPMI adalah organisasi non pemerintah, yang independen/non politik, yang bergerak dibidang perekonomian sesuai dengan Undang-Undang No.1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan lndustri serta perundang-undangan dunia usaha lainrrya. HIPMI adalah Wadah penyaluran aspirasi pengusaha muda Indonesia, merupakan organisasi non-profit, dan bersifat kekeluargaan/gotong-royong.

HIPMI adalah organisasi para pengusaha Muda Indonesia yang bersatu dengan maksud dan tujuan :
Pertama, mendorong dan berperan serta dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda.
Kedua, membina, memajukan dan mengembangkangenerasi Muda Pengusaha menjadi pengusaha yang profesional, kuat dan tangguh dalam sektar usaha yang ditekuni.
Ketiga, berperan serta sebagai mitra strategis Petnerintah dalam mensukseskan proses pembangunan nasional maupun daerah menuju laepada tenaptanya masyarakat yang adil dan makmur.
Keempat, berperanserta dalam usaha-usaha berdaya dan tepat guna, menggali dan memanfaatkan sumber-sumber daya alam dengan tetap mengupatralmn mencegah timbulnya kerusakan dan pencemaran terhadap lingkung•an fiidup, membina, dan mengembangkan sumber daya manusia dalam proses tekndogi menuju laepada profesionalisme dan daya cipta, guna menunjang pertumbuhan ekonomi dan Will serta ketahanan nasional.
Kelima, membentuk Pengusaha Nasional yang berwawasan laebangsaan, yang memiliki moral dan etika bisnis, serta mampu bersaing dipasaran internasional.

Untuk mencapai tujuannya HIPMI melakukan usaha-usaha sebagai berikut :
1. Mengumpulkan dan menyebarkan informasi usaha dalam arti kata yang luas bagi anggotanya
2. Meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan kewirausahaan para anggota dan mendorong akselerasi proses alih teknologi dalam dunia usaha Indonesia.
3. Melakukan sistem Demokrasi Ekonomi dengan ciri-ciri positif sebagai berikut :


a. Mengakui kebebasan berusaha.
b. Mengakui hak milik perorangan yang berfungsi sosial ekonomi.
c. Mengakui hak perolehan keuntungan yang wajar.
d. Mengakui adanya persaingan yang sehat.
e. Memegang penuh etika dunia usaha.
f. Mewujudkan sistem upah dan harga yang layak.
g. Mewujudkan usaha bersama atas dasar kekeluargaan dan memupuk rasa setia kawan serta kerja sama dikalangan anggota.
h. Menghindarkan sistem etatisme dalam perekonomian.
i. Menentang sistem monopoli yang merugikan masyarakat.
j. Memupuk dan meningkatkan semangat serta kesadaran nasional para pengusaha muda untuk berjiwa patriot pejuang serta bertanggung jawab sebagai warga negara yang baik.
k. Berperan serta aktif dalam memecahkan masalah-masalah perekonomian, baik bagi kepentingan para anggota HIPMI maupun bagi kepentingan dunia usaha, ditingkat Nasional, Daerah dan Cabang dalam rangka memelihara stabilitas nasional disektor perekonomian.
l. Bekerjasama dengan Pemerintah dan organisasi-organisasi dunia usaha nasional, regional serta internasional yang lain maupun organisasi pekerja.
m. Menjadi anggota Kamar Dagang dan Industri untuk mendapatkan informasi dan bimbingan sesuai ketentuan Undang-Undang No.1 tahun 1987, tentang Kamar Dagang dan Inclustri dan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kamar Dagang dan Inclustri.

  • Platform Perjuangan HIPMI

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) didirikan pada tanggal 10 Juni 1972. Pendirian organisasi ini dilandasi semangat untuk menumbuhkan wirausaha di kalangan pemuda, karena pada saat itu tidak banyak kaum muda yang bercita – cita menjadi pengusaha.
Para pendiri yang rata – rata merupakan pengusaha pemula yang terdiri dari Drs. Abdul Latief, Ir. Siswono Yudo Husodo, Teu ku Sj ahrul, Datuk Hakim Thantawi, Badar Tando, Irawan Djajaatmadja, SH , Hari Sjamsudin Mangaan, Pontjo Sutowo, dan Ir. Mahdi Diah.
Pada saat itu anggapan yang berkembang di masyarakat menempatkan kelompok pengusaha pada strata yang sangat rendah sehingga sebagian besar anak muda terutama kalangan intelektual lebih memilih profesi lain seperti birokrat, TNI / POLRI dan sebagainya.
Dalam perjalanannya sampai terjadinya krisis ekonomi di tahun 1998, HIPMI telah sukses mencetak kaderisasi wirausaha, dengan tampilnya tokoh – tokoh muda dalam percaturan dunia usaha nasional maupun internasional. Keadaan itu kemudian dapat merubah pandangan masyarakat terhadap profesi pengusaha pada posisi terhormat.
Pada Era Reformasi, terutama pasca krisis ekonomi, di tuntut adanya perubahan visi, dan misi organisasi. HIPMI senantiasa adaptif dengan paradigma baru yakni menjadikan Usaha Kecil – Menengah sebagai pilar utama dan lokomotif pembangunan ekonomi nasional.

  • Keanggotaan

Ketentuan organisasi menetapkan dua jenis keanggotaan. Status sebagai Anggota Biasa bagi mereka yang berusia 18 – 40 tahun. Sedangkan bagi mereka yang telah melewati usia di atas 40 tahun statusnya menjadi Anggota Luar Biasa, akrabnya sering disebut sebagai para Senior. Keanggotaannya bersifat terbuka bagi siapa saja yang memiliki usaha.
Hingga saat ini, jumlah anggota HIPMI di seluruh Indonesia mencapai + 25.000 pengusaha dengan mayoritas bergerak di sektor UKM. Potensi kaum muda yang bisa dicetak menjadi pengusaha muda – usia antara 20 - 41 tahun – menurut data BPS sekitar 70 juta jiwa. Jika 10% nya saja terjun ke dunia usaha dengan masing-masing menciptakan 5 lapangan pekerjaan, maka sekitar 7 juta pengusaha akan lahir dan dapat berpotensi membuka lapangan pekerjaan bagi 35 juta jiwa.
Jenis Usaha usaha Anggota HIPMI terdiri dari :
- Perkebunan, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan
- Pertambangan
- Industri Kimia, Industri Elektronika, Industri Suku Cadang otomotif, Industri Furniture
- Pariwisata
- Jasa Konstruksi Sipil, dan Mekanikel.
- Jasa Konsultansi
- Jasa Pengadaan
- Jasa Keuangan
- Distributor
- dan jasa – jasa lainnya

  • Peran HIPMI

Peran HIPMI, sangat strategis dalam menaikkan karir pengusaha muda yang matang dan tangguh. Pengusaha kita banyak yang naik status, dari pengusaha kecil menjadi menengah dan dari pengusaha lokal menjadi nasional.
Penulis mengamati, sejak terjadinya krisis ekonomi di tahun 1998, HIPMI telah sukses mencetak kaderisasi wirausaha. Hal ini dapat dilihat dengan munculnya tokoh – tokoh muda dalam percaturan dunia usaha nasional maupun internasional. Kondisi inilah yang menghantarkan profesi pengusaha pada posisi bergengsi dan terhormat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat mengapresiasi kinerja HIPMI yang menjadikan Usaha Kecil – Menengah sebagai pilar utama dan lokomotif pembangunan ekonomi nasional dan daerah.
Hipmi sebagai partner pemerintah memang harus dikader dari awal, agar kedepan kita menjadi tuan rumah sendiri dan dapat berjaya di negara lain. Untuk itu, saya pikir, HIPMI harus meningkatkan kompetensi dengan memperluas cakrawala, menambah jelajah usaha, memperkuat pertahanan, dan yang terpenting bangga dengan diri sendiri.
Indonesia, masih kekurangan jumlah wirausaha. Jika dibandingkan dengan jumlah populasi nasional, jumlah wirausahawan di Indonesia diperkirakan hanya 0,18 persen dari total penduduk, atau di bawah satu juta orang.

Dengan kekuatan anggota HIPMI di seluruh Indonesia yang mencapai kurang lebih 25.000 pengusaha, dengan mayoritas bergerak di sektor UKM, maka saya optimis, dapat mendorong pembangunan daerah yang berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan lahirnya wirausaha muda.
Potensi pengusaha muda – usia antara 20 - 41 tahun – menurut BPS berjumlah sekitar 70 juta jiwa. Seadainya 10% nya terjun ke dunia usaha dengan masing-masing menciptakan 5 lapangan pekerjaan, maka sekitar 7 juta pengusaha akan lahir dan dapat berpotensi membuka lapangan pekerjaan bagi 35 juta jiwa.
Dengan potensi yang dimiliki HIPMI, saya pikir, peran HIPMI harus lebih ditingkatkan dengan intens memberikan membimbing calon-calon wirausahawan muda Indonesia agar menjadi seorang pengusaha profesional.

Bimbingan bagi para calon wirausahawan muda sangat pentin agar mereka dapat memperaktikan pengetahuan yang dimiliki dengan terjun langsung ke dunia wirausaha.
Melalui bimbingan itulah, hambatan yang biasa dialami pengusaha pemula, seperti persoalan perizinan dan biaya atau modal yang tidak terjangkau, dapat dengan mudah diatasi.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentu sangat mensupport program pembinaan bagi pengusaha muda, melalui sinergi program dengan berbagai dinas dan badan di lingkungan pemerintah provinsi.

Perekonomian Provinsi Kalimantan Selatan yang didukung oleh sumber daya alam (resources base economy) yang dimiliki seperti perkebunan, kehutanan dan perikanan serta pertambangan dan energi memberikan seluas-luasnya kesempatan bagi swasta untuk turut berperan serta dalam mengelola sektor-sektor pembangunan daerah. Peluang ini, hendaknya harus dimanfaatkan oleh HIPMI untuk lebih pro aktif berbuat dan berkarya dibidang ekonomi.

  • Suksesi HIPMI Kalsel, Harapan Baru

Musyawarah Daerah BPD HIPMI Kalimantan Selatan akhirnya menelurkan sosok pemimpin baru yakni ... Ketua baru HIPMI saya dukung agar HIPMI menjadi organisasi yang kuat dan profesional, yang fokus membangun kekuatan silaturrahmi dan konsolidasi. Dengan modal kekuatan silaturrahmi, maka penulis yakin, "Kebersamaan menuju kesejahtraan bersama" akan mudah terwujud.
Ketua yang baru, harus berkarya untuk pembangunan banua melalui strategi penguatan ekonomi rakyat dengan menularkan virus wirausaha kepada berjuta-juta kaum muda banua.
Gubernur pada saat pembukaan MUSDA juga menitip pesan, agar HIPMI, lebih proaktif terhadap isu lingkungan. HIPMI harus lebih gencar mengampanyekan green enterpreneur atau pebisnis yang peka lingkungan, yang akan menjaga alam kita dari kerusakan.
Sosok Gusti Ervin Wardhana sebagai ketua Badan Pengurus Daerah Himpunan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kalimantan Selatan (BPD Hipmi Kalsel) secara aklamasi di acara Musyawarah Daerah (Musda) XIII dilakukan di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Minggu (1/6/2014) untuk masa jabatan 2014 – 2017, menurut saya akan menjadi harapan baru agar HIPMI Kalsel lebih maju dan memberdayakan masyarakat
Ervin berjanji mengupayakan akan menyejahterakan semua anggota Hipmi. Ia bertekad akan membawa pengusaha muda Kalsel dapat bersaing dengan daerah lain. Kita tunggu saja gebrakan ketua BPD HIPMI yang baru, untuk membantu Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran melalui pemberdayaan kaum muda menjadi pengusaha. (muhari)

Share