Ketua Kwartir Nasional Gerekan Pramuka

Peringatan Hari Ulang Tahun Pramuka yang ke 53 berlangsung meriah di Murjani Banjarbaru kemarin. Gubernur Kallimantan Selatan Rudy Ariffin turut meramaikan organisasi praja muda karana.

Gubernur saat membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault menyampaikan  bahwa kita ingin membangun manusia yang memiliki karakter, dan memiliki watak yang kuat. Bukan hanya membangun manusia atau pemuda cerdas yang menguasai ilmu pengetahuan, akan tetapi juga pemuda yang tangguh kepribadiannya, luhur budi bahwa pekertinya, menjunjung kesatuan dan persatuan Indonesia.

Revitalisasi Gerakan Pramuka telah berjalan delapan tahun yang bertujuan utama yaitu untuk memantapkan eksistensi Gerakan Pramuka dan untuk meningkatkan fungsi Gerakan Pramuka.

Dalam kurun delapan tahun ini, telah memperlihatkan hasil yang cukup menggembirakan. Namun demikian, bersamaan dengan itu harus diakui pula bahwa masih besar tantangan yang dihadapi oleh Gerakan Pramuka dan oleh kaum muda Indonesia kita.

Dalam kurun satu dasawarsa dapat dicatat 3 (tiga) moment penting perkembangan Gerakan Pramuka yaitu pertama, Bapak Presiden RI telah mencanangkan kembali Revitalisasi Pramuka pada Hari Pramuka tahun 2006 yang saat ini tampak keberhasilannya dengan semakin marak kegiatan kepramukaan di berbagai daerah; kedua, terbitnya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka yang memperkuat legalitas Pramuka di negeri ini.

Dengan telah terbitnya Undang-Undang tersebut maka pelaksanaan pendidikan kepramukaan pada saat ini tidak lagi hanya sekedar mengisi masa senggang kaum muda dengan pelbagai kegiatan yang positif, akan tetapi telah meningkat menjadi kewajiban setiap warga negara untuk mengimplementasikannya; dan ketiga, masuknya pendidikan kepramukaan ke dalam kurikulum 2013 sebagai ekstra kurikuler wajib yang mulai diberlakukan pada bulan Juli 2014 ini.

Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal akan melengkapi pendidikan informal yang diperoleh anak-anak dalam keluarga, dan pendidikan formal di sekolah.

Hal ini mengingat pendidikan formal saja tidaklah cukup untuk menghasilkan kaum muda yang handal dan berkarakter. Sedangkan peranan keluarga sebagai pelaku pendidik informal yang dilakukan orang tua dalam membentuk karakter anak-anak sangatlah penting.

Revitalisasi Gerakan Pramuka terus kita arahkan pada pemantapan pembinaan karakter bangsa. Revitalitasi Gerakan Pramuka kita arahkan pula, untuk memantapkan komitmen generasi muda terhadap empat konsensus dasar bangsa kita yaitu, Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dengan Tema Hari Pramuka ke-53 “Mantapkan Pembentukan Karakter Kaum Muda Melalui Gugusdepan Terakreditasi” diharapkan komitmen Gerakan Pramuka lebih tinggi terhadap pembentukan karakter bangsa yang lebih baik.
Dalam kesempatan itu, Gubernur  menyerahkan penghargaan dari Gerakan Pramuka kepada beberapa tokoh, diantaranya kepada HM Rosehan NB.muhari/kh

(Sumber : Biro Humas Setdaprov Kalsel edisi Selasa, 19 Agusttus 2014)

Share