Provinsi Kalimantan Selatan

2 LKBH TANDATANGANI PERJANJIAN KERJA BANTUAN HUKUM DENGAN KANWIL KEMENKUMHAM KALSEL

Artikel →

Banjarmasin, Humas Info_ Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan LKBH Untuk Wanita dan Keluarga (UWK) melakukan penandatanganan perjanjian kerja bantuan hukum gratis bagi masyarakat  miskin ...

Lanjut Membaca →

Sosialisasi SP4N LAPOR Lingkup Provinsi Kalsel

Artikel →

Melalui surat edaran menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi, nomor 4 tahun 2016 tentang pengintegrasian pengelolaan pengaduan pelayanan publik ...

Lanjut Membaca →

Gubernur Sampaikan Berbagai Keberhasilan Pembangunan Kalsel

Artikel →

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Tahun Anggaran 2017 pada rapat paripurna di Ruang Rapat DPRD Provinsi Kalsel, Kamis (29/3/2018). ...

Lanjut Membaca →

Gubernur Kalsel Sampaikan LKPJ 2017

Artikel →

Kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kalimantan Selatan pada Tahun Anggaran 2017 lalu berhasil mencapai 2,85 Triliun Rupiah, atau sebesar 88,38% dari target awal 3,2 Triliun Rupiah....

Lanjut Membaca →

2 LKBH TANDATANGANI PERJANJIAN KERJA BANTUAN HUKUM DENGAN KANWIL KEMENKUMHAM KALSEL

Sosialisasi SP4N LAPOR Lingkup Provinsi Kalsel

Gubernur Sampaikan Berbagai Keberhasilan Pembangunan Kalsel

Gubernur Kalsel Sampaikan LKPJ 2017

Layanan Publik
Sistem Informasi

Informasi Geografis

Secara geografis, Kalimantan Selatan berada di bagian tenggara pulau Kalimantan, memiliki kawasan dataran rendah di bagian barat dan pantai timur, serta dataran tinggi yang dibentuk oleh Pegunungan Meratus di tengah.

Keanekaragaman Hayati

Kalimantan Selatan terdiri atas dua ciri geografi utama, yakni dataran rendah dan dataran tinggi. Kawasan dataran rendah kebanyakan berupa lahan gambut hingga rawa-rawa sehingga kaya akan sumber keanekaragaman hayati satwa air tawar. Kawasan dataran tinggi sebagian masih merupakan hutan tropis alami dan dilindungi oleh pemerintah.

Sumber Daya Alam

Kehutanan: Hutan Tetap (139.315 ha), Hutan Produksi (1.325.024 ha), Hutan Lindung (139.315 ha), Hutan Konvensi (348.919 ha) Perkebunan: Perkebunan Negara (229.541 ha) Bahan Galian: batu bara, minyak, pasir kwarsa, biji besi, dll.

Tenaga Kerja

Sektor pertanian merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Pada bulan Februari 2012 tercatat sebanyak 38,20% tenaga kerja diserap sektor pertanian. Sektor perdagangan adalah sektor kedua terbesar dalam penyerapan tenaga kerja, yaitu sebesar 20,59%. Status pekerja di Kalimantan Selatan masih didominasi oleh pekerja yang bekerja di sektor informal. Pada Februari 2012 sebanyak 63,20% adalah pekerja di sektor informal. Sebagian besar dari pekerja tersebut berstatus berusaha sendiri (19,66%), berusaha dibantu buruh tidak tetap (18,92%) serta pekerja bebas dan pekerja tak dibayar (24,61%). Pekerja di sektor formal tercatat sebanyak 36,80% yaitu terdiri dari pekerja dengan status buruh/karyawan (33,35%) dan status berusaha dibantu dengan buruh tetap (3,45%).

Selayang Pandang

Secara geografis, Kalimantan Selatan berada di bagian tenggara pulau Kalimantan, memiliki kawasan dataran rendah di bagian barat dan pantai timur, serta dataran tinggi yang dibentuk oleh Pegunungan Meratus di tengah.
Kalimantan Selatan terdiri atas dua ciri geografi utama, yakni dataran rendah dan dataran tinggi. Kawasan dataran rendah kebanyakan berupa lahan gambut hingga rawa-rawa sehingga kaya akan sumber keanekaragaman hayati satwa air tawar. Kawasan dataran tinggi sebagian masih merupakan hutan tropis alami dan dilindungi oleh pemerintah.
Kehutanan: Hutan Tetap (139.315 ha), Hutan Produksi (1.325.024 ha), Hutan Lindung (139.315 ha), Hutan Konvensi (348.919 ha) Perkebunan: Perkebunan Negara (229.541 ha) Bahan Galian: batu bara, minyak, pasir kwarsa, biji besi, dll.
Sektor pertanian merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Pada bulan Februari 2012 tercatat sebanyak 38,20% tenaga kerja diserap sektor pertanian. Sektor perdagangan adalah sektor kedua terbesar dalam penyerapan tenaga kerja, yaitu sebesar 20,59%. Status pekerja di Kalimantan Selatan masih didominasi oleh pekerja yang bekerja di sektor informal. Pada Februari 2012 sebanyak 63,20% adalah pekerja di sektor informal. Sebagian besar dari pekerja tersebut berstatus berusaha sendiri (19,66%), berusaha dibantu buruh tidak tetap (18,92%) serta pekerja bebas dan pekerja tak dibayar (24,61%). Pekerja di sektor formal tercatat sebanyak 36,80% yaitu terdiri dari pekerja dengan status buruh/karyawan (33,35%) dan status berusaha dibantu dengan buruh tetap (3,45%).